Nunukan, fidcom.id – Banjir kiriman dari wilayah perbatasan Malaysia kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan, Senin (19/5). Hingga sore hari, BPBD Nunukan mencatat empat kecamatan terdampak, yakni Lumbis Pensiangan, Lumbis, Sembakung Atulai dan Sembakung.
Kasubid Kedaruratan dan Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanudin mengatakan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 10.00 Wita setelah debit air dari wilayah hulu perbatasan Malaysia masuk melalui Kecamatan Lumbis Pensiangan menuju wilayah hilir Sungai Sembakung.
BPBD mencatat tinggi muka air Sungai Sembakung di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, sempat mencapai 10 meter atau naik sekitar tiga meter dari kondisi normal.
“Terjadi kenaikan signifikan dan berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama transportasi sungai dan kegiatan ekonomi warga,” kata Hasanudin.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menghambat akses transportasi air dan jalur bantaran sungai. Warga mulai mengamankan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi untuk mengantisipasi kenaikan debit air susulan.
Meski demikian, hingga sore hari BPBD memastikan belum ada laporan warga mengungsi.
“Air di beberapa titik mulai surut, tetapi pemantauan tetap dilakukan karena potensi kiriman air dari hulu masih ada,” ujarnya.
BPBD Nunukan bersama aparat kecamatan dan pemerintah desa saat ini masih melakukan pemantauan intensif serta menyiagakan long boat dan peralatan evakuasi darurat di wilayah terdampak. (new/fid)


