Kamis, 22 Okt 26 19:12 WITA

Seorang Ibu di Bulungan Laporkan Dugaan Perundungan, Polisi Mediasi Beberapa Kali

Ilustrasi AI
by fidcom

Tanjung Selor, fidcom.id – Dugaan perundungan terhadap seorang siswa SDN 06 Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, menjadi perhatian setelah korban disebut mengalami pemukulan hingga kondisinya melemah dan harus menjalani rawat inap selama dua hari. Kasus yang dilaporkan ke Polda Kalimantan Utara (Kaltara) itu masih dalam proses penyidikan, sementara upaya mediasi belum menghasilkan kesepakatan.

Ibu korban, warga Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Utara, mengaku masih mencari kejelasan atas peristiwa yang dialami anaknya pada April 2026. Ia menduga anaknya dikeroyok oleh tiga teman sekolah setelah terjadi perselisihan terkait jajanan.

Menurut penuturan ibu korban, peristiwa bermula ketika seorang teman meminta jajanan milik anaknya. Awalnya, jajanan tersebut diberikan. Namun, perselisihan disebut terjadi setelah temannya mengambil jajanan tidak sesuai dengan yang diharapkan korban.

“Anak itu meminta jajanan anak saya dan anak saya memberikannya. Tetapi, anak itu mengambil tidak sesuai dengan yang dipikirkan anak saya. Setelah anak saya bilang ‘botak’, anak itu tidak terima, lalu marah dan memukuli anak saya. Anak saya pun lari, tetapi ada satu temannya yang memegang anak saya untuk dipukuli,” ungkapnya.

Ibu korban mengaku anaknya dipukul dan ditendang. Namun, setelah pulang sekolah, anaknya tidak langsung menceritakan kejadian tersebut.

Ia baru mengetahui persoalan itu setelah meminta anaknya menjelaskan apa yang terjadi. Saat itu, kondisi anaknya terlihat lemas dengan wajah pucat seperti hendak pingsan.

“Setelah pulang sekolah, saya suruh anak saya menceritakan kejadian itu. Anak saya lemas seperti mau pingsan dan wajahnya pucat. Jadi, saya panggilkan bidan dari puskesmas untuk diperiksa,” jelasnya.

Menurut ibu korban, bidan yang datang saat itu menyampaikan bahwa anaknya mengalami asam lambung dan menyarankan agar dibawa ke puskesmas. Namun, kondisi korban kembali melemah sehingga harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Belum sampai satu hari, kejadian itu sore. Setelah bidan datang, anak saya kembali lemas, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Akhirnya, anak saya dilarikan ke puskesmas,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, korban disebut menjalani rawat inap selama dua hari di puskesmas setempat.

Setelah mengetahui dugaan perundungan yang dialami anaknya, ibu korban menghubungi pihak sekolah untuk meminta penjelasan sekaligus memfasilitasi pertemuan dengan orang tua anak-anak yang diduga terlibat.

Namun, ia mengaku tidak mendapatkan nomor telepon orang tua yang dimaksud dari pihak sekolah, meskipun menurutnya terdapat grup komunikasi orang tua murid.

“Saya menghubungi guru kelasnya untuk meminta nomor telepon orang tua yang memukul anak saya. Kata gurunya tidak ada, tidak disimpan, padahal ada grup orang tua,” ujarnya.

Pihak sekolah kemudian menyarankan agar ia datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan kejelasan dan bertemu dengan orang tua murid yang diduga terlibat.

Akan tetapi, saat tiba di sekolah, ibu korban mengaku tidak menemukan orang tua maupun anak-anak tersebut. Ia mendapat penjelasan bahwa belum ada persiapan untuk pertemuan itu.

Ibu korban juga mempertanyakan alasan dirinya tidak dapat bertemu langsung dengan anak-anak yang diduga terlibat untuk memperoleh penjelasan mengenai kejadian tersebut.

“Saya maklum kalau orang tuanya tidak hadir, tetapi bisakah saya bertemu anaknya? Kata guru tidak bisa karena mereka menjaga mental anak. Apa bedanya kalau ada orang tuanya atau tidak?” ungkapnya.

Ia menyebut anak-anak yang diduga terlibat telah diperiksa satu per satu. Namun, menurut pengakuannya, tidak ada yang mengakui perbuatan tersebut.

Ibu korban juga mempersoalkan pernyataan pihak sekolah yang, menurutnya, menyebut kondisi anaknya disebabkan asam lambung, bukan akibat pemukulan.

“Bahkan guru bilang anak saya hanya sakit, bukan karena dipukul, tetapi karena asam lambung. Saya tidak tahu dari mana kesimpulan itu, sedangkan saya sebagai orang tuanya tidak mengetahui anak saya punya masalah asam lambung,” katanya.

Dari tiga orang tua yang diharapkan memberikan penjelasan, ia menyebut baru satu orang yang datang ke rumah untuk menyampaikan permintaan maaf.

Ia juga mengaku pernah dipanggil ke sekolah untuk menghadiri pertemuan bersama aparat desa, kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua yang diduga terlibat. Namun, ia memilih tidak hadir karena menilai pertemuan tersebut tidak sesuai dengan penyelesaian yang diharapkannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltara Kombes Pol. Yudhistira Midyahwan membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan perundungan tersebut.

“Sudah kami terima laporannya, dan saat ini masih dalam penyidikan. Prosesnya masih berjalan,” ungkap Yudhistira saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, penanganan perkara membutuhkan kehati-hatian karena korban maupun anak-anak yang diduga terlibat masih berusia di bawah umur.

Menurutnya, kepolisian telah beberapa kali mengupayakan mediasi untuk mencari penyelesaian. Namun, hingga kini belum tercapai kesepakatan di antara pihak-pihak terkait.

“Karena pelaku dan korban masih di bawah umur, perlakuannya harus hati-hati. Kami sudah mengupayakan mediasi beberapa kali, tetapi belum ada titik temu,” jelasnya.

Yudhistira menambahkan, kepolisian juga telah menawarkan penyelesaian secara kekeluargaan. Meski demikian, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Hingga kini, penyidikan masih berlangsung untuk mendalami laporan tersebut. Sementara itu, ibu korban berharap ada kejelasan mengenai peristiwa yang dialami anaknya dan penyelesaian yang memberikan kepastian bagi keluarganya.

Penanganan kasus ini juga menuntut perlindungan terhadap anak, baik korban maupun anak-anak yang diduga terlibat, dengan tetap mengedepankan proses hukum serta prinsip kehati-hatian dalam pemeriksaan anak di bawah umur. (fid/new)

Berita Terkait
Kamis, 22 Oktober 2026

Bro Ron Sowan ke Solo Minta Jokowi Naik Level Jadi Ketum PSI

#Nasional /Politik
Kamis, 22 Oktober 2026

Ada Negara yang Mengolok-olok Kita, Padahal Perusahaan Mereka di Sini!

#Nasional
Kamis, 22 Oktober 2026

Lomba Hadang Meriahkan HUT Kaltara, KORMI Dorong Pelestarian Olahraga Tradisional

Selasa, 13 Oktober 2026

PWI Bulungan Bekali Siswa SMKN 3 Tanjung Selor Ilmu Jurnalistik