Tanjung Selor, fidcom.id – Olahraga tradisional Hadang atau yang dikenal juga sebagai Asinan menjadi salah satu perlombaan yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Utara (Kaltara) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kaltara ke-14.
Perlombaan yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (22/10), itu diikuti peserta mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Antusiasme para peserta menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali permainan tradisional yang kini semakin jarang dimainkan.
Sekretaris Panitia, Lili Suryani, mengatakan lomba Hadang menjadi salah satu agenda pada hari ketiga rangkaian perlombaan olahraga masyarakat yang diselenggarakan KORMI Kaltara.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan melestarikan permainan tradisional agar tetap dikenal dan diminati generasi muda di tengah perkembangan zaman.
“Sekarang ini sudah jarang ada yang bermain Hadang. Terlebih, anak-anak mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, kami mengadakan lomba ini agar permainan tradisional lebih dikenal dan dapat terus dikembangkan,” ujarnya.
Lili menilai, semakin berkembangnya teknologi dan beragam hiburan modern membuat anak-anak semakin jarang bersentuhan dengan permainan tradisional. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan KORMI Kaltara menghadirkan perlombaan Hadang dalam rangkaian HUT provinsi.
Selain mendorong pelestarian budaya permainan, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal olahraga tradisional melalui pengalaman langsung.
Lili menjelaskan, pemilihan halaman Kantor Gubernur Kaltara sebagai lokasi perlombaan juga memiliki tujuan tersendiri. Selain menghadirkan suasana perayaan HUT Kaltara di ruang terbuka, lokasi tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada peserta untuk mengenal pusat pemerintahan provinsi.
“Kami ingin masyarakat dan anak-anak bisa merasakan perayaan HUT Kaltara melalui perlombaan yang dilaksanakan di halaman kantor gubernur. Mereka juga bisa melihat langsung kantor Gubernur Kalimantan Utara,” tambahnya.
Melalui perlombaan tersebut, KORMI Kaltara berharap olahraga tradisional Hadang tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT provinsi, tetapi juga terus dimainkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Upaya pelestarian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa permainan tradisional memiliki nilai kebersamaan, ketangkasan, dan kerja sama yang tetap relevan di tengah perubahan zaman. (fid/new)


