Rabu, 13 Mei 26 16:03 WITA

Pencari Kerja di Kaltara Tembus 500 Orang

Ilustrasi
by fidcom

Tanjung Selor, fidcom.id – Lonjakan pencari kerja mulai terlihat di Kalimantan Utara. Sepanjang awal 2026, jumlah warga yang terdata mengurus kartu pencari kerja atau AK-1 (kartu kuning) mencapai sekitar 500 orang dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltara. Kabupaten Bulungan menjadi daerah dengan jumlah pencari kerja tertinggi, menembus lebih dari 200 orang.

Rabu (13/5), Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bulungan dipadati warga yang datang mengurus kartu kuning. Mayoritas merupakan lulusan SMA hingga perguruan tinggi yang berharap bisa segera mendapat pekerjaan.

Salah seorang pencari kerja, Roy, mengaku mengetahui informasi pendataan pencari kerja dari grup WhatsApp kampus. Setelah mengisi formulir, dirinya dipanggil Disnaker untuk pendataan sekaligus pembuatan AK-1.

“Data kita jadi masuk di Disnaker. Kalau ada perusahaan buka lowongan, bisa langsung dihubungi,” ujarnya.

Roy mengaku berencana melamar pekerjaan di sektor pertambangan dan menyebut proses pengurusan kartu kuning cukup mudah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Bulungan, Jainal, mengatakan pelayanan pembuatan AK-1 tetap dibuka setiap hari kerja karena menjadi layanan rutin pemerintah bagi pencari kerja.

“Siapa saja yang mau bikin kartu pencari kerja tetap kita layani,” katanya.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Provinsi Kalimantan Utara, Joy Martin, mengungkapkan data sementara pencari kerja di Kaltara telah mencapai sekitar 500 orang dan terus bertambah. Pemerintah saat ini juga mulai melakukan profiling terhadap para pencari kerja untuk menyesuaikan kebutuhan perusahaan dengan kemampuan pelamar.

“Minat dan bidang kerja mereka kita data supaya nanti bisa dilakukan job matching dengan perusahaan,” jelasnya.

Menurut Joy, pendataan tersebut penting agar tenaga kerja lokal lebih mudah terserap industri yang berkembang di Kaltara.

Ketua Partai Buruh Kalimantan Utara, Joko Supriyadi, menyebut jumlah pencari kerja yang disampaikan pihaknya bahkan sudah mencapai lebih dari 600 orang. Ia berharap perusahaan di Kaltara memprioritaskan tenaga kerja lokal di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.

“Harapan kita seluruh industri di Kaltara bisa menyerap tenaga kerja lokal supaya ekonomi masyarakat ikut bergerak,” pungkasnya. (new/fid)

Berita Terkait
Rabu, 13 Mei 2026

Coffee Morning dengan Media, Perkuat Sinergi Pers dan Pemerintah

#Kaltara
Rabu, 13 Mei 2026

Kekayaan Wapres Gibran Sebesar Rp27,9 Miliar

#Nasional
Rabu, 13 Mei 2026

Gubernur Tetapkan Pembukaan Porwada II Kaltara Digelar 2 Juli di Nunukan

#Kaltara
Selasa, 12 Mei 2026

Proyeksi SPAM Regional Sekatak Jadi Solusi Krisis Air Bersih Bulungan – Tarakan

#Kaltara