Nunukan, fidcom.id – Puskesmas Nunukan Timur memperketat pengawasan kesehatan di Pelabuhan Tunon Taka menjelang Iduladha guna mencegah masuknya kasus malaria impor akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.
Penanggung Jawab Program Malaria Puskesmas Nunukan Timur, Muslimah, mengatakan skrining dilakukan terhadap penumpang kapal yang tiba di Nunukan, terutama dari daerah dengan tingkat penularan malaria tinggi.
“Mobilitas masyarakat meningkat menjelang hari raya. Ini menjadi jalur rawan masuknya malaria impor sehingga pengawasan di pelabuhan harus diperketat,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Petugas melakukan pendataan asal perjalanan, wawancara riwayat kesehatan, hingga pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat malaria.
Selain pemeriksaan, penumpang juga diberikan edukasi terkait gejala malaria dan pentingnya segera memeriksakan diri apabila mengalami demam setelah bepergian.
“Kami tidak ingin kecolongan. Satu kasus impor saja bisa memicu penularan lokal,” tegas Muslimah.
Ia menambahkan, pengawasan di pintu masuk menjadi langkah penting menjaga Nunukan tetap aman dari ancaman penyakit menular.
Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan penumpang yang bergejala maupun positif malaria. Namun skrining akan terus dilakukan selama arus penumpang masih tinggi menjelang Iduladha. (new/fid)alat tes diagnostik cepat malaria.
Selain pemeriksaan, penumpang juga diberikan edukasi terkait gejala malaria dan pentingnya segera memeriksakan diri apabila mengalami demam setelah bepergian.
“Kami tidak ingin kecolongan. Satu kasus impor saja bisa memicu penularan lokal,” tegas Muslimah.
Ia menambahkan, pengawasan di pintu masuk menjadi langkah penting menjaga Nunukan tetap aman dari ancaman penyakit menular.
Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan penumpang yang bergejala maupun positif malaria. Namun skrining akan terus dilakukan selama arus penumpang masih tinggi menjelang Iduladha. (new/fid)



