Tarakan, fidcom.id – Kelangkaan minyak goreng subsidi merek Minyakita masih terjadi di Kota Tarakan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pemerintah Kota Tarakan mengakui stok yang tersedia saat ini sangat terbatas dan dikhawatirkan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hari raya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Tarakan, Jumanto, mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan Bulog, stok Minyakita yang tersisa hanya sekitar 203 bungkus ukuran satu liter.
“Memang stok Minyakita ini sisa 203 bungkus saja. Itu pun sebenarnya untuk persiapan penyaluran bantuan pangan,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, tingginya permintaan masyarakat terhadap minyak goreng subsidi membuat stok cepat habis, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Di sisi lain, Bulog juga belum dapat memastikan jadwal kedatangan pasokan baru Minyakita ke Tarakan karena proses distribusi masih terkendala pengiriman.
“Bulog juga belum bisa memastikan kapan datang, karena distribusinya tidak secepat yang diharapkan,” katanya.
Rencananya, sisa stok akan disalurkan ke Pasar Tenguyun dan Pasar Gusher. Namun jumlah tersebut diperkirakan tidak bertahan lama karena tingginya kebutuhan masyarakat.
Jumanto mengatakan pemerintah bersama Bulog saat ini berupaya mencari alternatif pasokan minyak goreng lain. Namun harga minyak nonsubsidi dipastikan lebih tinggi dibanding Minyakita.
“Masyarakat memang lebih mencari Minyakita karena harganya lebih murah dan disubsidi,” jelasnya.
Pemkot Tarakan berharap pasokan baru Minyakita bisa segera masuk sebelum Iduladha agar kelangkaan minyak goreng tidak semakin dikeluhkan masyarakat. (new/fid)



