Selasa, 12 Mei 26 13:50 WITA

Proyeksi SPAM Regional Sekatak Jadi Solusi Krisis Air Bersih Bulungan – Tarakan

Ilustrasi
by fidcom

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus mempercepat rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Sekatak sebagai solusi jangka panjang mengatasi persoalan krisis air bersih di Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan.

Proyek strategis tersebut diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur vital daerah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan, industri, hingga investasi di Kalimantan Utara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Provinsi Kalimantan Utara, Helmi, mengatakan sumber air baku utama SPAM Regional akan memanfaatkan Sungai Sekatak yang dinilai memiliki kapasitas debit sangat besar dan stabil untuk kebutuhan jangka panjang.

“Air baku berasal dari Sungai Sekatak dengan potensi debit lebih dari 5.000 liter per detik. Ini menjadi sumber yang sangat potensial untuk mendukung pelayanan air bersih di Kaltara,” ujarnya, Selasa (12/5).

Menurutnya, pembangunan SPAM Regional Sekatak menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjawab persoalan keterbatasan air baku yang selama ini masih dialami sejumlah wilayah, khususnya Kota Tarakan yang memiliki keterbatasan sumber air permukaan.

Selain untuk Kota Tarakan, proyek tersebut juga akan mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Sekatak dan sejumlah kawasan penyangga di Kabupaten Bulungan.

Dalam tahap perencanaan, proyek SPAM Regional Sekatak diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp368,7 miliar. Nilai tersebut mencakup pembangunan jaringan pipa transmisi sepanjang kurang lebih 73 kilometer sebagai jalur utama distribusi air dari sumber baku menuju wilayah pelayanan.

“Pembangunan jaringan transmisi menjadi bagian paling penting karena akan menghubungkan sumber air menuju kawasan pelayanan secara terintegrasi,” jelasnya.

Dari sisi cakupan pelayanan, SPAM Regional Sekatak diproyeksikan mampu melayani sekitar 3.000 sambungan rumah tangga dengan jumlah penduduk penerima manfaat mencapai sekitar 257.379 jiwa.

Helmi menegaskan, pembangunan SPAM Regional tidak hanya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan perkotaan di masa mendatang.

“Program ini memang disiapkan sebagai solusi jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan air bersih dan perkembangan wilayah,” katanya.

Berdasarkan data potensi sumber daya air, Sungai Sekatak memiliki kapasitas yang sangat besar. Pada kondisi debit andalan atau Q90, ketersediaan air diperkirakan mencapai sekitar 33.000 liter per detik. Angka tersebut dinilai sangat mencukupi untuk menopang kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan maupun kawasan penyangga lainnya di Kalimantan Utara.

Pemerintah provinsi berharap proyek SPAM Regional Sekatak dapat menjadi solusi permanen terhadap persoalan distribusi dan keterbatasan air bersih yang selama ini kerap terjadi, terutama saat musim kemarau panjang.

Selain meningkatkan pelayanan dasar masyarakat, keberadaan SPAM Regional Sekatak juga diyakini akan memberi dampak besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penguatan infrastruktur dasar daerah, hingga mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara.

“Keberadaan SPAM Regional ini bukan hanya soal air bersih, tetapi juga bagian dari kesiapan infrastruktur daerah dalam mendukung pembangunan dan investasi di Kaltara,” pungkasnya. (new/fid)

Berita Terkait
Senin, 11 Mei 2026

Pesawat Turki Airlines Terbakar saat Mendarat di Bandara Nepal

#Internasional
Senin, 11 Mei 2026

Jelang Iduladha, Pintu Masuk Nunukan Diperketat Antisipasi Malaria Impor

#Nunukan
Senin, 11 Mei 2026

Sampaikan 21 Rekomendasi LKPJ Gubernur, Dewan Sorot Perbatasan hingga Proyek Sekolah

#Kaltara
Minggu, 10 Mei 2026

Stok Menipis Jelang Iduladha, Pemkot Tarakan Khawatir Minyakita Tidak Tersedia

#Tarakan