Tanjung Selor, fidcom.id – Permainan tradisional gasing mulai jarang dimainkan, terutama oleh generasi muda. Untuk menjaga warisan budaya tersebut tetap hidup, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar perlombaan gasing dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Kaltara, Jumat (23/10).
Perlombaan yang berlangsung di halaman Agatis, Tanjung Selor, ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada masyarakat sekaligus mendorong regenerasi pegiat gasing di Kaltara.
Sekretaris panitia, Lili Suryani, mengatakan perlombaan tersebut digelar pada hari keempat rangkaian kegiatan olahraga masyarakat dalam peringatan HUT Kaltara. Gasing dipilih karena merupakan permainan tradisional yang perlu terus dilestarikan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Jadi hari ini kami dari Kormi mengadakan perlombaan gasing dalam rangka HUT Kaltara. Kami mengambil permainan ini karena sudah jarang dimainkan. Karena itu, kami ingin permainan ini terus dikembangkan agar ada penerusnya,” ungkap Lili.
Ia menyebutkan, antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan 90 orang dalam perlombaan tersebut. Jumlah itu terdiri dari 69 peserta laki-laki dan 21 perempuan.
Menurut Lili, keterlibatan peserta menjadi salah satu modal untuk menjaga keberlangsungan permainan gasing. Namun, pelestarian tidak boleh berhenti ketika perlombaan selesai. Diperlukan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan agar permainan tersebut tetap dikenal dan dimainkan lintas generasi.
“Kami juga ingin ada pegiat gasing, bukan hanya saat perlombaan berlangsung. Setelah kegiatan selesai, jangan sampai permainan ini kembali redup. Kami ingin masyarakat terus melestarikannya,” harapnya.
Kormi Kaltara berharap kegiatan serupa dapat menumbuhkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan mengembangkan olahraga tradisional. Selain menjadi sarana rekreasi dan kompetisi, permainan gasing juga merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Melalui perlombaan ini, Kormi mendorong agar gasing tidak sekadar hadir dalam perayaan hari jadi daerah, tetapi juga terus dimainkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (fid/new)


