TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan rumah sakit tipe B di Kalimantan Utara mulai dilirik investor. Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas PUPR-Perkim kini membuka komunikasi intensif dengan sejumlah pihak swasta untuk merealisasikan proyek layanan kesehatan senilai lebih dari Rp300 miliar tersebut.
Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara, Helmi mengatakan, proyek rumah sakit tipe B menjadi salah satu investasi strategis yang ditawarkan pemerintah daerah dalam berbagai forum investasi.
“Nilai investasinya kurang lebih tiga ratusan miliar,” ujar Helmi, Jumat (8/5).
Menurutnya, ketertarikan investor sebenarnya sudah muncul sebelum forum investasi digelar. Bahkan sejumlah perusahaan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan rumah sakit.
“Sudah ada beberapa peminat. Dari pihak Bosowa juga sempat meninjau lokasi,” katanya.
Helmi menilai tingginya kebutuhan layanan kesehatan rujukan di Kaltara menjadi daya tarik utama investor.
Apalagi pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi di daerah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Selain investor dari Sulawesi, Pemprov Kaltara juga masih menjalin komunikasi dengan sejumlah calon investor lain di sektor kesehatan.
Namun hingga kini, pembangunan fisik rumah sakit masih menunggu proses negosiasi dan pembahasan teknis, termasuk terkait lahan dan skema investasi.
“Kalau semua sudah cocok, bukan tidak mungkin akhir tahun ini mulai bergerak,” jelasnya.
Pembangunan rumah sakit tipe B tersebut dinilai mendesak karena selama ini banyak pasien asal Kaltara masih harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.
Kehadiran rumah sakit itu diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan rujukan di Kaltara sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di provinsi lain. (new/fid)


